Bahan Semikonduktor (Tipe-N dan Tipe-P)
Bahan Semikonduktor memiliki dua macam
yaitu tipe-n dan tipe-p, perbedaan dari semikonduktor tipe-n dan tipe-p adalah
Semikonduktor type n
Apabila bahan semikonduktor intrinsik
(murni) diberi (didoping) dengan bahan bervalensi lain maka diperoleh
semikonduktor ekstrinsik. Pada bahan semikonduktor intrinsik, jumlah
elektron bebas dan holenya adalah sama. Konduktivitas semikonduktor
intrinsik sangat rendah, karena terbatasnya jumlah pembawa muatan yakni hole maupun
elektron bebas tersebut.
Jika bahan silikon didoping dengan bahan
ketidak murnian (impuritas) bervalensi lima (penta-valens), maka diperoleh
semikonduktor tipe n. Bahan dopan yang bervalensi lima ini misalnya
antimoni, arsenik, dan pospor. Struktur kisi-kisi kristal bahan silikon
type n dapat dilihat pada gambar 1
Karena atom antimoni (Sb) bervalensi lima,
maka empat elektron valensi mendapatkan pasangan ikatan kovalen dengan atom
silikon sedangkan elektron valensi yang kelima tidak mendapatkan pasangan.
Oleh karena itu ikatan elektron kelima ini dengan inti menjadi
lemah dan mudah menjadi elektron bebas. Karena setiap atom dopan ini
menyumbang sebuah elektron, maka atom yang bervalensi lima disebut dengan atom
donor. Dan elektron “bebas” sumbangan dari atom dopan inipun dapat dikontrol
jumlahnya atau konsentrasinya.
![]() |
|
gambar 1 Struktur kristal semikonduktor
(silikon) tipe-n
|
Meskipun bahan silikon type n ini
mengandung elektron bebas (pembawa mayoritas) cukup banyak, namun secara
keseluruhan kristal ini tetap netral karena jumlah muatan positip pada inti
atom masih sama dengan jumlah keseluruhan elektronnya. Pada bahan type n
disamping jumlah elektron bebasnya (pembawa mayoritas) meningkat, ternyata
jumlah holenya (pembawa minoritas) menurun. Hal ini disebabkan karena
dengan bertambahnya jumlah elektron bebas, maka kecepatan hole dan elektron
ber-rekombinasi (bergabungnya kembali elektron dengan hole) semakin
meningkat. Sehingga jumlah holenya menurun.
Level energi dari elektron bebas sumbangan
atom donor dapat digambarkan seperti pada gambar 2 Jarak antara pita konduksi
dengan level energi donor sangat kecil yaitu 0.05 eV untuk silikon dan 0.01 eV
untuk germanium. Oleh karena itu pada suhu ruang saja, maka semua
elektron donor sudah bisa mencapai pita konduksi dan menjadi elektron bebas.
![]() |
|
gambar 2 Diagram pita energi
semikonduktor tipe-n
|
Bahan semikonduktor type n dapat
dilukiskan seperti pada gambar 3 Karena atom-atom donor telah
ditinggalkan oleh elektron valensinya (yakni menjadi elektron bebas), maka
menjadi ion yang bermuatan positip. Sehingga digambarkan dengan tanda
positip. Sedangkan elektron bebasnya menjadi pembawa mayoritas. Dan
pembawa minoritasnya berupa hole.
![]() |
|
gambar 3 Bahan semikonduktor tipe-n
|
Semikonduktor type P
Apabila bahan semikonduktor murni
(intrinsik) didoping dengan bahan impuritas (ke-tidak-murnian) bervalensi tiga,
maka akan diperoleh semikonduktor type p. Bahan dopan yang bervalensi
tiga tersebut misalnya boron, galium, dan indium. Struktur kisi-kisi
kristal semikonduktor (silikon) type p adalah seperti gambar 4. Karena
atom dopan mempunyai tiga elektron valensi, dalam gambar 1.8 adalah atom Boron
(B) , maka hanya tiga ikatan kovalen yang bisa dipenuhi. Sedangkan tempat
yang seharusnya membentuk ikatan kovalen keempat menjadi kosong (membentuk
hole) dan bisa ditempati oleh elektron valensi lain. Dengan demikian
sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan sebuah hole.Atom bervalensi tiga
(trivalent) disebut juga atom akseptor, karena atom ini siap untuk menerima
elektron.
Seperti halnya pada semikonduktor type n,
secara keseluruhan kristal semikonduktor type n ini adalah netral. Karena
jumlah hole dan elektronnya sama. Pada bahan type p, hole merupakan
pembawa muatan mayoritas. Karena dengan penambahan atom dopan akan
meningkatkan jumlah hole sebagai pembawa muatan. Sedangkan pembawa minoritasnya
adalah elektron.
![]() |
|
|
gambar 4 Struktur kristal semikonduktor
tipe-p
|
![]() |
|
gambar 5 Diagram pita Energi
semikonduktor tipe-p
|
Level energi dari hole
akseptor dapat dilihat pada gambar 5. Jarak antara level energi akseptor
dengan pita valensi sangat kecil yaitu sekitar 0.01 eV untuk germanium dan 0.05
eV untuk silikon. Dengan demikian hanya dibutuhkan energi yang sangat
kecil bagi elektron valensi untuk menempati hole di level energi
akseptor. Oleh karena itu pada suhur ruang banyak sekali jumlah hole di
pita valensi yang merupakan pembawa muatan.
Bahan semikonduktor type p dapat dilukiskan
seperti pada gambar 6 Karena atom-atom akseptor telah menerima elektron,
maka menjadi ion yang bermuatan negatip. Sehingga digambarkan dengan
tanda negatip. Pembawa mayoritas berupa hole dan pembawa minoritasnya berupa
elektron.





No comments:
Post a Comment